Wah, dari sekian juta lamanya aku mulai mengenal blog ini dari temanku si AL… (halah), akhirnya aku mulai berani juga ngepost sendiri, tanpa dibantu orang lain (lhoh… emang yg sebelumnya siapa yg nulis???), hehe.. tenang.. tenang.. gak usah bingung apalagi galau, karena sabda senior saya galau itu dapat menyebabkan penyakit hepakritis. (hiyah, kapan nulisnya)
ok, balik lagi ke.. LAPTOP *gaya Tukul Arwana, dalam post kali ini saya akan memperkenalkan kota tua nan indah ku, yakni….. kota Surabaya. Sebetulnya sedikit malu juga menyebut kotaKU, karena sebetulnya secara teritorial rumah yang saya diami bersama keluarga pasalnya berada di Sidoarjo, tapi…. mepet banget ke Surabaya, sebetulnya saya sempet bingung juga saat temen2 kampus saya yang kebetulan berasal dari Sidoarjo bertanya, “eh, tau sma ini gak, daerah ini gak, kecamatan ini… yang pasalnya di areal Sidoarjo, tp saya malah melongo dalam hati “hah, dimana tuh yah? coba tanya tentang Surabaya, pasti tau”.Memang dari Tk sampe smp saya di sidoarjo, tapi itu juga daerah perbatasan dengan Sidoarjo dan pada dasarnya saya banyak melakukan aktivitas di Kota tersibuk kedua di Indonesia ini. Itu pula alasan saya untuk memilih melanjutkan sma di Surabaya.
Disini saya akan membahas kota Surabaya sebatas saya mengenalnya sejauh ini, seperti yang saya katakan tadi bahwa Surabaya adalah kota tersibuk kedua di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari arus perdagangan yang terjadi di Surabaya. Banyak yang bilang kalau kota ini adalah pusat masuknya perdagangan untuk Indonesia bagian timur (wah… keren), dari tahun ke tahun Surabaya juga sering mendapatkan adipura, karena memang yang saya rasakan kota ini emang bersih banget, gak kayak kota kota lain, bukan maksud saya membandingkan, tapi emang pemerintah kota yang sadar betul dan menjunjung tinggi kebersihan kota ini, tapi disisi lain kota yang baru saja mendapat adipura terbersih di Indonesia ini memiliki masalah pada tingkat polusi dan suhu yang tinggi, padahal pemerintah kota telah mengupayakan berbagai macam cara untuk mengatasi hal ini, contohnya memperluas ruang terbuka kota ini, contohnya taman bungkul yang pada dasarnya adalah sebuah makam ziarah biasa yang bisa disulap menjadi tempat nongkrong anak muda dari mulai malam, pagi, siang.. dan biasanya pada hari minggu biasanya di depan taman ini ada car free day, tapi pada kenyataannya suhu di kota ini sangat panas sekali (du..ileh… panas bener) kata peppy pas di acara peppy the explorer di kota Surabaya “Gw rasa orang orang di Surabaya punya satu matahari dia atas kepalanya”, kalau saya bandingkan dengan kota Bogor tempat saya kuliah, panas pada saat jam 12 siang di Bogor mirip dengan panas Surabaya pada jam 10 hingga 11, gimana jam 12 di Surabaya? Beuh…
Tapi jangan khawatir kawan, walau panas mendera di kota ini, maka semua akan terbalas ketika kamu mencoba mencicipi hidangan kuliner dari kota ini, memang sih Surabaya gak seindah puncak Bogor, tak sedingin dataran tinggi dieng, atau sesejuk kota Malang, tapi kuliner disini emang wajib banget buat dicoba, karena bakal rugi banget kalo kamu datang ke kota ini tanpa mencicipi kuliner kota ini. Mulai dari rujak cingur, tahu campur, lontong balap, es campur kepanjen, *ngiler.. Selain kuliner yang mantab jaya juga ada kuliner yang unik, contohnya nasi goreng jan… (maaf sensor) karena pasalnya nasgor ini emang pedes nya gak ketulungan, sampe orang mengatakan kata2 kotor orang Surabaya karena pedasnya itu, hehe konyol juga kan, lalu ada rawon setan yang jualnya pada malam hari mirip keluarnya setan, dan bahkan ada yang lebih unik yakni warung dagang cak mis yang sebetulnya tak ada bedanya dengan warkop pinggir jalan, tapi uniknya disini setiap hidangan dan minuman diberi nama yang unik contohnya sate usus yang diberi nama krisdayanti, katanya sih sate usus yang kruwel kruwel mirip rambut krisdayanti yang keriting, (wkwkwk) dan aku selalu ketawa terbahak bahak ketika orang ini mulai menghitung total biaya yang harus dibayar, layaknya lintah darat yang mau menagih utang puluhan juta, ia meneriakkan sekeras kerasnya jumlah yang harus dibayar, kadang2 istrinya yang selalu disampingnya sering diajaknya beradu mulut, tapi tetep bercanda… haha
Surabaya juga memiliki tempat wisata seperti pantai kenjeran dan kebun binatang Surabaya. Selain itu juga ada jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura yang tampak cantik bila dilihat dari kejauhan di malam hari.
Di Surabaya juga ada empat kampus perguruan tinggi negeri yang mana uniknya kebanyakan penghuni kampus ini kebanyakan ber etnis jawa, lain halnya dengan kampusku tercinta yang lebih multi etnis, so buat kamu2 yang pengen banget bisa dan lancar berbahasa Jawa mangkanya kuliah dong di Surabaya..
Mungkin ini saja sekilas posting yang bisa saya berikan untuk anda, semoga orang yang belum pernah ke Surabaya menjadi ingin mengunjungi kota ini, dan orang yang sudah ada di kota ini makin betah.